Di sini, di sudut dalam kesepian
Aku menangis ...
Kau tau ?
Aku selalu menyayangimu, selalu melihatmu
Ada di sini,
Membayangkan senyum indahmu
Dedaunan di sinipun ikut menangis
Memaksaku menahan air mata dan berlari ke arahmu
Namun, kau tau ?
Aku tak bisa !
Jangan tanya ! Jangan tanya mengapa !
Aku tak suka !
Biarkan saja hanya hatiku, Tuhan, dan alam yang tau
Maafkan ...
Maafkan burung ini yang patah sayapnya
Kehilangan arahnya
Dan takkan pernah bisa kembali
Kau akan tenang, sayang ..
Kau akan tenang ...
Berjanjilah kau akan baik-baik saja
Biarkan aku pergi tanpa harus melihat ke belakang
Ku mohon ...
Jangan terbang mencariku
Jangan turun dan menghentikan kepakan sayapmu,
hanya untuk mencari burung yang terjatuh
Tak ada gunanya !!
Story by : Eka Soraya
Created By : Widya_sp
Senin, 21 Maret 2011
Sabtu, 29 Januari 2011
Berbeda
Untuk sesaat, angin yang berhembus kencang itu selalu membuatku melayang. Entah sejak kapan aku juga tidak tau. Yang ku tahu aku hanya merasakannya, merasa nyaman, merasa aman dan merasa bahagia....
Jangan tanya aku, mengapa ? Jangan tanya aku, dari mana ? Jangan tanya aku, aku harus bagaimana ? aku bahkan tak tau apa yang sedang terjadi.
Hanya terus merenung, hanya terus melamun dan terus berdiam. aku merasa tak berguna. Aku bahkan merasa aku ini sampah ! Oh ! Bisa beri aku petunjuk ?
Ketika galau itu sudah tiba, ku rasa semua yang ku lakukan tak berguna sama sekali. Mulai bertanya-tanya apakah aku salah ?
Kini dugaanku benar, dia beralih. Seakan terus menghilang dan aku menangis.
Menangis dalam kesedihan, menangis dalam kehampaan. Seakan pula dia tak peduli. Terus membawa cerita yang menyesakkan dada, membuat isakanku terus mengalir.
Taukah dia ? Entahlah.
Tapi, suatu waktu itu terjadi. Tak terduga dia bagai menghujam duniaku dengan bongkahan es keras nan dingin dengan ganas. Membuatku beku bahkan air mataku mengering. Dia tau semuanya. Apa yang ku lakukan ? Aku hanya masih terpaku tak tau mau berucap apa tak tau harus bagaimana. Inilah aku manusia yang bodoh.
Akhirnya aku tak berani mengaku. Aku hanya berpura-pura bercanda dan merasa dewasa, merasa tegar. Padahal lemah. Yah. Jangan bilang aku bodoh ! Jangan menyimpulkan aku bodoh ! Meski memang begitu tapi aku hanya tak mau bermasalah. Tak mau jatuh lebih dalam tak mau terjebak dalam jurang.
Dia terus menghilang. Meskipun sakit, aku bersyukur. Karna saat dia muncul meskipun senang aku juga sakit mengingat apa yang telah dia lakukan. Oh Tuhan ! Ini terlalu aneh untuk seorang anak ingusan sepertiku. Tapi dulu itu dia tak peduli Tuhan! Dia terus mencecokiku dengan caranya yang membuatku senang, terus membuatku terhibur hingga aku melayang dan akhirnya tak kuasa menahan jatuh.
Berusaha untuk terus melupakan. Aku bisa ! Aku yakin aku bisa !
Aku mulai bisa kawan ! Tapi dia datang lagi. Membawa kisahnya yang awalnya manis berubah menjadi pahit kepadaku. Dia mengisahkan kisahnya, dan aku ? Masih ada getaran itu walau halus. Tapi aku tak peduli. Tau apa yang ku pikirkan saat itu ? Dia adalah orang yang paling bodoh yang pernah aku kenal. Dan itu membuatku senang, kenapa ? Karna aku bisa melupakan getaran itu dengan berpikir seperti itu kepadanya. Jahat ? Biarkan. Toh pikiran itu hanya mampu menguasai otakku, bukan otak orang lain
Jangan tanya aku, mengapa ? Jangan tanya aku, dari mana ? Jangan tanya aku, aku harus bagaimana ? aku bahkan tak tau apa yang sedang terjadi.
Hanya terus merenung, hanya terus melamun dan terus berdiam. aku merasa tak berguna. Aku bahkan merasa aku ini sampah ! Oh ! Bisa beri aku petunjuk ?
Ketika galau itu sudah tiba, ku rasa semua yang ku lakukan tak berguna sama sekali. Mulai bertanya-tanya apakah aku salah ?
Kini dugaanku benar, dia beralih. Seakan terus menghilang dan aku menangis.
Menangis dalam kesedihan, menangis dalam kehampaan. Seakan pula dia tak peduli. Terus membawa cerita yang menyesakkan dada, membuat isakanku terus mengalir.
Taukah dia ? Entahlah.
Tapi, suatu waktu itu terjadi. Tak terduga dia bagai menghujam duniaku dengan bongkahan es keras nan dingin dengan ganas. Membuatku beku bahkan air mataku mengering. Dia tau semuanya. Apa yang ku lakukan ? Aku hanya masih terpaku tak tau mau berucap apa tak tau harus bagaimana. Inilah aku manusia yang bodoh.
Akhirnya aku tak berani mengaku. Aku hanya berpura-pura bercanda dan merasa dewasa, merasa tegar. Padahal lemah. Yah. Jangan bilang aku bodoh ! Jangan menyimpulkan aku bodoh ! Meski memang begitu tapi aku hanya tak mau bermasalah. Tak mau jatuh lebih dalam tak mau terjebak dalam jurang.
Dia terus menghilang. Meskipun sakit, aku bersyukur. Karna saat dia muncul meskipun senang aku juga sakit mengingat apa yang telah dia lakukan. Oh Tuhan ! Ini terlalu aneh untuk seorang anak ingusan sepertiku. Tapi dulu itu dia tak peduli Tuhan! Dia terus mencecokiku dengan caranya yang membuatku senang, terus membuatku terhibur hingga aku melayang dan akhirnya tak kuasa menahan jatuh.
Berusaha untuk terus melupakan. Aku bisa ! Aku yakin aku bisa !
Aku mulai bisa kawan ! Tapi dia datang lagi. Membawa kisahnya yang awalnya manis berubah menjadi pahit kepadaku. Dia mengisahkan kisahnya, dan aku ? Masih ada getaran itu walau halus. Tapi aku tak peduli. Tau apa yang ku pikirkan saat itu ? Dia adalah orang yang paling bodoh yang pernah aku kenal. Dan itu membuatku senang, kenapa ? Karna aku bisa melupakan getaran itu dengan berpikir seperti itu kepadanya. Jahat ? Biarkan. Toh pikiran itu hanya mampu menguasai otakku, bukan otak orang lain
Senin, 08 Maret 2010
MASALAH!!! HUH!!!
hmmm.....masalah itu memang gak akan pernah berhenti utk datang,,tak terkeceuali !!! apalagi kalau masalahnya memang bener-bener gilak dan rumit beuh....itu pusing buat nyeleseinnya.
seperti postingan-postingan sebelumnya ,, yah masalahnya gak jauh-jauhlah dengan yang sudah-sudah,, tentang KEMUNAFIKAN dan KEBOHONGAN.
akhir-akhir ini lagi sibuk ujian buat kelulusan, lagi sibuk ini itu untuk perpisahan atau apalah yang berhubungan dengan itu. Nah, kebetulan aku pengurus pakaian alias ngurusin jaket untuk perpisahan, aku yang ngumpulin duit dsb. Ternyata gak gampang ngurusin anak-anak yang terbilang cukup "aneh" dan "gilak" d kelas,anak ceweknya sih gampang-gampang aja, tapi anak cowoknya yang bikin rambut keritingku makin tambah keriting. HUH!!! waktu diminta ada aja alasannya, yang belum bilang sama mama lah, yang gak ada duit lah yang inilah yang itulah pokoknya 1001 alasan lengkap dibilang sama mereka.
tiba disuatu hari ketika kawan-kawan sepermainan uda jengkel, ada satu orang yang bisa dikatakan "musuh bebuyutan" kawan-kawan ku itu, yah tau kan siapa ja orangnya,, itu belum bayar, katanya sih "buat apa aku beli jaket, aku gak ikut perpisahan kok" beuh!!emang si gak bisa maksa, karna hak orang itu mau beli atau enggak, tapi kan ini demi kekompakan, jaket juga dibuat atas persetujuan banyak pihak, jadi kalau dimintai terus bukan suatu pemaksaan dong,,kecuali kalau dia bilang dari awal dia emang bener-bener gak mau beli, mungkin itu bisa diterima. jadi waktu itu aku manggil-manggil dia untuk minta kejelasan, dia mau atau enggak beli jaket, tapi itu juga atas permintaan kawan-kawan, tapi dia waktu sipanggil bukannya jawab malah buang muka sekenanya macem orang sombong gitulah. awalnya sih gak jengkel-jengkel amat, tapi setelah berulang kali aku manggil dia dan responnya kek gitu aku mulai jengkel, begitu pula kawan-kawan. Gak seperti kawan-kawanku yang sebegitu marahnya aku tetap bisa jaga emosi untuk tetap gak mengeluarkan kata-kata kemarahan, tapi mereka (kawan-kawanku) gak bisa jaga emosi, yang buka mulut pertama si Z..A setelah itu sambung-menyambung dan sambung-menyambung, panas kupingku ngedengerin pertengkaran mereka. yang satu cari-cari masalah yang satu buat masalah. Bener juga kata si R..Y mereka tuh kek anak-anak yang gak bisa mengambil tindakan bijaksana dan sedikit menahan emosi. aku jadi nyesel manggil F...A karena itu hanya membuat pertengkaran.
Gak lama kemudian Rengga dateng ke mejaku, bawa duit gitu terus bilang kalaw itu uang jaketnya si F...A, disitu aku memang tambah jengkel kalaw memang ada kenapa nggak di kasi lebih awal, kenapa harus dipersulit sampe-sampe buat pertengkaran di kelas, karena pikiran itu sempat aku berpikir untuk nggak nerima uang itu, tapi daripada makin sulit mending yaudahlah terima aja.
Nah yang ini nih masalahnya si R..Y, waktu pertengkaran berlangsung, dia ikutan ngoceh dengan bilang "kelen kek anak-anak ...bla bla bla" nah disitu Z...A n de geng emosi dan bilang kalok si R..Y "kek ceweklah ini lah itu lah". Si R..Y langsung tersinggung, dan mereka nggak cakapan. Z..A n de geng bilang itu karna di haust sama si F..A, tapi aku memang gak bisa nyimpulin apa-apa sebelum ada bukti. Tapi aku hanya berpikir mungkin kalau dia bisa bilang kek gitu karna masih denger cerita inti masalahnya dari satu sisi, sedangkan dia belum denger masalah dari sisi yang laen, makanya dia seakan-akan bela si F..A.
Tapi pesan untuk R..Y kalu baca postingan aku ini, kau gak harus percaya sama hanya satu orang dan hanya disatu sisi untuk melihat inti permasalahannya, kau jugak harus liat sisi yang lain utnuk memahami sebuah masalah. jadi kalu saran aku kau harus denger cerita dari Z..A n de geng dulu baru kau boleh nyimpulin sesuatu yang mana menurut kau benar dan yang mana menurut kau salah.
seperti postingan-postingan sebelumnya ,, yah masalahnya gak jauh-jauhlah dengan yang sudah-sudah,, tentang KEMUNAFIKAN dan KEBOHONGAN.
akhir-akhir ini lagi sibuk ujian buat kelulusan, lagi sibuk ini itu untuk perpisahan atau apalah yang berhubungan dengan itu. Nah, kebetulan aku pengurus pakaian alias ngurusin jaket untuk perpisahan, aku yang ngumpulin duit dsb. Ternyata gak gampang ngurusin anak-anak yang terbilang cukup "aneh" dan "gilak" d kelas,anak ceweknya sih gampang-gampang aja, tapi anak cowoknya yang bikin rambut keritingku makin tambah keriting. HUH!!! waktu diminta ada aja alasannya, yang belum bilang sama mama lah, yang gak ada duit lah yang inilah yang itulah pokoknya 1001 alasan lengkap dibilang sama mereka.
tiba disuatu hari ketika kawan-kawan sepermainan uda jengkel, ada satu orang yang bisa dikatakan "musuh bebuyutan" kawan-kawan ku itu, yah tau kan siapa ja orangnya,, itu belum bayar, katanya sih "buat apa aku beli jaket, aku gak ikut perpisahan kok" beuh!!emang si gak bisa maksa, karna hak orang itu mau beli atau enggak, tapi kan ini demi kekompakan, jaket juga dibuat atas persetujuan banyak pihak, jadi kalau dimintai terus bukan suatu pemaksaan dong,,kecuali kalau dia bilang dari awal dia emang bener-bener gak mau beli, mungkin itu bisa diterima. jadi waktu itu aku manggil-manggil dia untuk minta kejelasan, dia mau atau enggak beli jaket, tapi itu juga atas permintaan kawan-kawan, tapi dia waktu sipanggil bukannya jawab malah buang muka sekenanya macem orang sombong gitulah. awalnya sih gak jengkel-jengkel amat, tapi setelah berulang kali aku manggil dia dan responnya kek gitu aku mulai jengkel, begitu pula kawan-kawan. Gak seperti kawan-kawanku yang sebegitu marahnya aku tetap bisa jaga emosi untuk tetap gak mengeluarkan kata-kata kemarahan, tapi mereka (kawan-kawanku) gak bisa jaga emosi, yang buka mulut pertama si Z..A setelah itu sambung-menyambung dan sambung-menyambung, panas kupingku ngedengerin pertengkaran mereka. yang satu cari-cari masalah yang satu buat masalah. Bener juga kata si R..Y mereka tuh kek anak-anak yang gak bisa mengambil tindakan bijaksana dan sedikit menahan emosi. aku jadi nyesel manggil F...A karena itu hanya membuat pertengkaran.
Gak lama kemudian Rengga dateng ke mejaku, bawa duit gitu terus bilang kalaw itu uang jaketnya si F...A, disitu aku memang tambah jengkel kalaw memang ada kenapa nggak di kasi lebih awal, kenapa harus dipersulit sampe-sampe buat pertengkaran di kelas, karena pikiran itu sempat aku berpikir untuk nggak nerima uang itu, tapi daripada makin sulit mending yaudahlah terima aja.
Nah yang ini nih masalahnya si R..Y, waktu pertengkaran berlangsung, dia ikutan ngoceh dengan bilang "kelen kek anak-anak ...bla bla bla" nah disitu Z...A n de geng emosi dan bilang kalok si R..Y "kek ceweklah ini lah itu lah". Si R..Y langsung tersinggung, dan mereka nggak cakapan. Z..A n de geng bilang itu karna di haust sama si F..A, tapi aku memang gak bisa nyimpulin apa-apa sebelum ada bukti. Tapi aku hanya berpikir mungkin kalau dia bisa bilang kek gitu karna masih denger cerita inti masalahnya dari satu sisi, sedangkan dia belum denger masalah dari sisi yang laen, makanya dia seakan-akan bela si F..A.
Tapi pesan untuk R..Y kalu baca postingan aku ini, kau gak harus percaya sama hanya satu orang dan hanya disatu sisi untuk melihat inti permasalahannya, kau jugak harus liat sisi yang lain utnuk memahami sebuah masalah. jadi kalu saran aku kau harus denger cerita dari Z..A n de geng dulu baru kau boleh nyimpulin sesuatu yang mana menurut kau benar dan yang mana menurut kau salah.
Kamis, 14 Januari 2010
My Money.........Oh NO!!!!!!!!!!!!!!
Hahahaha.....
mata duitan yah??sebenernya gak kok, cuma lagi ngirit uang jajan untuk keperluan penting, lebih penting dari orang mentingin pacarnya yang dianggepnya paling penting.Hehe
Akhir-akhir nie pengeluaran uang buanyak.....karna aku kan pengen banget tuh kaos Mrz (Mitarockers) yang diprodiksi sama Mita langsung dan dijual perdaerah melalui fans clubnya mita yaitu Mrz (Mitarockers) tersebut. Aku gak mau dong buat kepentingan sendiri dan sama sekali kepentingan orang tua maupun yang laen pake duit orang tua, lagian kalau mau minta duit plus bilang kalo mau beli kaos Mrz bakal diintrogazi abis-abisan plus diceramahin juga, gini nih, "untuk apa beli-beli kek gitu, ntah apa-apa aja.." nah itu yang buat aku males plus-plus....
Sekarang yang jadi masalah adalah minggu nanti ada kumpul-kumpul bareng anak-anak Mrz untuk ngambil tuh kaos, karena sekarang kandas das das duitku aku kebingungan buat pergi ke sonoh. HUH!!!
Bingung pernah ilang sesaat karna pasti tiap hari dikasih jajan, biasanya sih 10ribu perhari hehe..makanya aku sempet seneng. Eh ternyata bapak cuma kasih 50ribu untuk satu minggu, ergghhh....makin gilak mikirin duit buat pergi, kalo gak ikut kumpul sayang dong kaosnya udah mahal-mahal beli dan aku juga uda pengen banget kaosnya. Tapi aku uda berusaha, duit 50ribu tu cuma aku ganggu buat ongkos pulangn selebihnya NO!!
Dan satu lagi, hihihi..kalo uda kepepet otak jail deh yang maen, aku minta ongkos pulang naik angkot sama bapak, nambah deh 10ribu, kan lumayan buat ongkos pergi...
hehehe
mata duitan yah??sebenernya gak kok, cuma lagi ngirit uang jajan untuk keperluan penting, lebih penting dari orang mentingin pacarnya yang dianggepnya paling penting.Hehe
Akhir-akhir nie pengeluaran uang buanyak.....karna aku kan pengen banget tuh kaos Mrz (Mitarockers) yang diprodiksi sama Mita langsung dan dijual perdaerah melalui fans clubnya mita yaitu Mrz (Mitarockers) tersebut. Aku gak mau dong buat kepentingan sendiri dan sama sekali kepentingan orang tua maupun yang laen pake duit orang tua, lagian kalau mau minta duit plus bilang kalo mau beli kaos Mrz bakal diintrogazi abis-abisan plus diceramahin juga, gini nih, "untuk apa beli-beli kek gitu, ntah apa-apa aja.." nah itu yang buat aku males plus-plus....
Sekarang yang jadi masalah adalah minggu nanti ada kumpul-kumpul bareng anak-anak Mrz untuk ngambil tuh kaos, karena sekarang kandas das das duitku aku kebingungan buat pergi ke sonoh. HUH!!!
Bingung pernah ilang sesaat karna pasti tiap hari dikasih jajan, biasanya sih 10ribu perhari hehe..makanya aku sempet seneng. Eh ternyata bapak cuma kasih 50ribu untuk satu minggu, ergghhh....makin gilak mikirin duit buat pergi, kalo gak ikut kumpul sayang dong kaosnya udah mahal-mahal beli dan aku juga uda pengen banget kaosnya. Tapi aku uda berusaha, duit 50ribu tu cuma aku ganggu buat ongkos pulangn selebihnya NO!!
Dan satu lagi, hihihi..kalo uda kepepet otak jail deh yang maen, aku minta ongkos pulang naik angkot sama bapak, nambah deh 10ribu, kan lumayan buat ongkos pergi...
hehehe
Jumat, 04 Desember 2009
Mimpi Dan Kenangan
Ketika semua kenangan hanyalah sebuah mimpi indah
Tak ada kata terucap oleh bibir
Hanya seuntai kekecewaan yang melanda hati
Dan memecah ombak tepi pantai
Ketika mimpi hanyalah sebuah kenangan semu
hati meronta keras
Tuk kembali dalam mimpi itu
Raga yang hilang dalam mimpi
Dan kembali dalam nyata
Hanyalah setitik harapan masa lalu
Tak dapat terwujudkan dan kembali melara
Dalam seberkas cinta yang indah
Terbalas dengan cinta semu
Bagai bayang tak bertuan
Kembali hilang dalam lara
Mimpi dan kenangan
Hanya seutas kesedihan belaka
Tak ada yang tau keadaan mimpi
Yang hilang menjadi kenangan semu itu
Dan membuat diriku semakin jelas
Dalam kesedihan
widya_sp
Tak ada kata terucap oleh bibir
Hanya seuntai kekecewaan yang melanda hati
Dan memecah ombak tepi pantai
Ketika mimpi hanyalah sebuah kenangan semu
hati meronta keras
Tuk kembali dalam mimpi itu
Raga yang hilang dalam mimpi
Dan kembali dalam nyata
Hanyalah setitik harapan masa lalu
Tak dapat terwujudkan dan kembali melara
Dalam seberkas cinta yang indah
Terbalas dengan cinta semu
Bagai bayang tak bertuan
Kembali hilang dalam lara
Mimpi dan kenangan
Hanya seutas kesedihan belaka
Tak ada yang tau keadaan mimpi
Yang hilang menjadi kenangan semu itu
Dan membuat diriku semakin jelas
Dalam kesedihan
widya_sp
Langganan:
Postingan (Atom)