Kamis, 15 Maret 2012

Aku Menunggunya

Aku akan tetap menunggunya, berdo'a dan berharap Allah memberikannya padaku dalam waktu dekat. Dia yang pasti selalu ada untukku ketika aku senang, ketika aku sedih, ketika emosiku labil, ketika aku sedang tidak mengenali diriku, ketika aku harus punya penopang, ketika aku ingin sekali di dengar, ketika aku ingin sekali berteriak, ketika aku sendirian dan ketika aku butuh semangat.

Dia yang selalu bisa ku andalkan. Tertawa bersamaku, menangis bersamaku dan sakit bersamaku. Aku ingin sekali punya dia yang selalu menyayangi. Memberi kasihnya sama dengan kasih kepada dirinya sendiri. Aku ingin sekali ketika aku tekan nomornya di contac handphone ku dia langsung menjawab dan menyapa riaang, "Halooo widya sayaang". Aku ingin sekali punya dia ketika diapun ingin punya aku di sisinya.

Dia yang selalu bilang "Are you sure ?", "Honey, you're wrong !", "Don't be like that, i don't like it!", ketika aku salah. Dia yang selalu bilang, "Yes you are honey", "You're great !", "Proud of you honey", ketika aku berhasil. Dia yang selalu bilang, "I'm sure you can get what you wanna get", "You can honey", "Don't give up!", "Be strong honey", ketika aku butuh semangat dan butuh penopang. dan dia yang selalu bilang "I love you with your lack and your excrescent, always be like that until i can't breath anymore"

Aku menunggunya Tuhan, selalu menunggu. Selama ini aku sendiri. Ingin berteriak, tak ada yang mendengarku, ingin bersandar tak ada yang menopangku, ingin berkisah tak ada yang mendengarku, ingin tertawa tak ada yang tertawa bersamaku. Tuhaan, bisakah kau memberikan satu umatMu yang bisa mengertiku untukku ? Aku berjanji akan menjadi yang terbaik untuknya, aku berjanji dia tidak akan merasa menyesal mengenalku, aku berjanji akan setia padanya, dan aku berjanji akupun akan mendengar dan menangis bersamanya.

Aku akan tetap menungguMu memberinya untukku. Doaku selalu mengudara untuk seseorang yang ku tunggu. Aku yakin dia akan datang, aku yakin Allah akan memberikannya untukku, aku yakin dia akan datang, dia akan datang.

Tidak-tidak jangan kamu pikir aku meminta seorang pria pendamping aku hanya ingin teman, seorang SAHABAT ! Ya, SAHABAT :)

widya_sp

Selasa, 13 Maret 2012

It's A Secret

Hey ! Mau share cerpen lagi (eh bisa di bilang cerpen gak yah ? soalnya sepertinya singkat banget ini :D hehe), tapi bukan lanjutan "Don't Hate Me Please" yah. Ini judul lain. Aku buatnya waktu masih baru-baru masuk SMA, masih banyak kekurangan, mungkin dari segi bahasa dan terlebih ceritanya, bagi yang baca kalau merasa ada yang kurang minta komennya yah :)
Happy Reading :D


It's A Secret 

            “Adek .. “ sapa kakak kelas yang baru ku kenal hari itu.
            “Dian kan ?”
            “Iya kak, ada apa ?”, aku bertanya penasaran pada kakak kelasku itu.
         “Hmm .. nggak. Nama ku Chilley”, dia memperkenalkan diri kepadaku. Aku bingung. Ini hari kelimaku ada di sini, kenapa kakak ini kenal sama aku ?
            “Hobi nulis kan ? Cerpenmu pernah dimuat di salah satu majalah kan ? Wah ! Pasti yang ku katakan tadi benar semua”, kak Chilley berkata dengan menggebu-gebu sedang aku terkaget-kaget dibuatnya. Aku muris baru, dari mana dia bisa tau itu ? Yang tau itu semua hanya teman-teman SMPku saja, bahkan teman SMA sekelasku saja belum pada tau, kenapa dia tau ?
            “ Kakak kok tau ? tanyaku dengan nada penasaran. Tapi dia hanya asyik bercakap-cakap dengan temannya tanpa memperdulikan aku yang penasaran.
            “Adek, ada yang kirim salam loh”, kak Chilley berkata dengan nada menggodaku. Wew ! Baru 5 hari aku berada di sekolah ini, kenapa sudah ada yang naksir ?
            “Siapa kak ?” aku bertanya pada kakak itu, tapi kakak itu keburu pergi meninggalkan kelasku.
. . . .

            Bosan ! Satu kata itu saja yang ku ingat sepanjang hari. Entah kenapa, tapi setiap hari aku pikir memang membosankan, bahkan menulispun aku nggak selera. Hmm ... tapi sepertinya ada sesuatu, aah ! Kak Chilley dan cowok yang kirim salam ke aku. Siapa ya ? Kak Chilley kok nggak bilang siapa sih ? Masak bodo ah !
. . . .

            Pagi ini aku bangun dengan sejuta rasa malas. Jalanku saja gontai tak bergairah, tapi tetap saja ku paksakan saja untuk sekolah. Tiba di kelas, aku kaget dengan sebuah kotak berwarna merah dengan pita yang berkeliling di sekitar kotak itu. Punya siapa itu ? pikirku dalam hati.
            “Itu tadi ada kakak kelas yang meletakkannya, untukmu dari seorang cowok anak kelas XI IPA 3.” Tiba-tiba salah satu temanku bersuara dan menjelaskan tentang kotak itu. Aku kaget, untukku ? Apa cowok yang memberi kado ini yang dimaksud kak Chilley semalam ? Wuah ! Rasa penasaranku bertambah.
            Aku sama sekali tak membuka kado itu, ku simpan memang tapi tak pernah ingin membukanya. Biarkan saja kado itu tetap utuh sampai ku ketahui siapa orang ini.
. . . .

           Pagi sayang … “ suara kak Chilley sudah membahana di pagi ini. Aku hanya memberikan senyumku yang acuh taka uh padanya.
            “Suaranya mana nih ? Kok Cuma senyum aja sih ?”, dia memprotes keadaanku.
            “Pagi kak Cabee..” balasku sambil mengejeknya.
            “Kok cabe sih ?! Huh ! hmm… minta nomor hpmu dong, please !” Wew ! Ada apa ini tiba-tiba minta nomor handphone ? Tapi karena malas berpikir ya sudah aku berikan saja nomor handphoneku pada kak Cabe itu.
            “0852702397892”, kataku menyebutkan nomor handphoneku sendiri.
            “Thanks, adek sayaang !”, katanya sambil ngeloyor pergi.
….

            “PR ! PR ! PR ! dan PR ! PR menumpuk malam ini, huh ! Rencana santai untuk mala mini malah terganggu dengan PR.
            “Dreeett !! Dreeett !!” HP-ku bergetar tanda SMS masuk. Ah, paling Reni teman semejaku itu. Ku buka sms itu dengan rasa malas dan kaget karena ternyata itu bukan dari Reni  tetapi malah nomor yang tidak aku kenal. Siapa yah ?
            -Hey. Dian-  itu SMS yang ku terima. Otakku berpikir, apakah ini kak Chilley ? Well, mungkin saja.
            -Yap ! Ini siapa ?-
            -Daniel-
            -Daniel siapa yah ? Daniel mana ?-
            Aku belum puas, aku tidak mengetahui itu Daniel siapa dan Daniel mana karena setelah SMSku yang terakhir dia tidak membalas lagi SMSku. Karena tak kunjung juga mendapat balasan, akhirnya aku tidak memerdulikannya lagi, ku tutup bukuku dank ku tutup mataku sampai esok pagi.
….
            “Sudah beberapa hari ini tumben kak Cabe gak nyamperin ke kelasku ini, biasanya dia sangat rutin datang ke sini. Walaupun hanya sekedar untuk bercakap-cakap tentang teman cowoknya yang dia bilang sih naksir aku itu.
            Dreeett !! Dreeett !! HP-ku bergetar tanda SMS masuk dan aku segera membukanya.
            -Kalau kamu ingin mengetahui siapa Daniel dan siapa cowok yang sering di ceritakan Chilley ke kamu, kamu bisa datang ke taman belakang sekolah sepulang sekolah, DL-
            Ini serius atau cuma mau iseng saja yah ? Tapi aku penasaran, yah penasaran. Habisnya cowok yang diceritakan kak Chilley si Cabe itu tau semua tentang aku. Dari aku hobi nulis, sekolah SMP di mana sampai alamat rumahpun dia tau. Namun, atas nama rasa penasaranku aku memutuskan pergi ke taman belakang sekolah.
….
            Huh ! Sepertinya aku benar-benar di kerjai, aku hanya sendiri di sini, tak ada siapapun, hanya bunga-bunga dan bangku taman yang sedang ku duduki ini. Aku bangkit berniat untuk pergi pulang, namun sebuah suara menahanku.
            “Mau ke mana ?”, aku berbalik mencoba mencari asal suara itu. Aku terkejut !
            “Kenapa diam ? Heran yah ? Gak perlu heran kita memang satu sekolah kok,. Aku Daniel. “,
            “Bukannya nama kamu Dendi ?”, aku bertanya gugup. Yah, aku mengenalnya, dia kakak kelasku sewaktu SMP dan dia juga yang pernah menyatakan cintanya padaku dank u tolak.
            “Deniansyah Daniel”, katanya mantap.
            “Aku senang sekali ketika mendengar kamu ada di sekolah ini. Aku langsung cari info tentang kamu, tanya-tanya tentang kamu ke teman kamu dan yah, aku yang menyuruh Chilley untuk buat kamu penasaran. Mungkin kamu kesal, tapi aku nggak peduli, itu memang tujuanku. Aku masih sayang sama kamu..”.
            Aku hanya diam. Oh Tuhan. Kenapa dia berusaha mencari informasi tentang aku. Dulu aku memang pernah menolaknya mentah-mentah, bukan karena aku sombong atau apa, hanya karena memang aku memang tak suka dan gak mau pacaran dulu. Tapi sekarang ? dia benar-benar membuatku gila !
            “Well, aku butuh jawaban, terserah kamu mau jawab kapan, aku akan menunggu”, dia diam sejenak, “asal kamu tau saja, aku gak akan menyerah !”, katanya lagi-lagi dengan nada suara yang mantap. Aku masih diam. Dna dia pergi dari taman ini.
            “GUBRAAKK !” aku jatuh terduduk di bangku taman. BINGUNG !
….
            “Honey, perlu di antar pulang ?”
            “Tidak, tidak usah. Aku pulang sendiri saj. Makasih Hun..”

~END~


 WIDYA_SP

Untuk Sesaat

Untuk sesaat, angin yang berhembus kencang itu selalu membuatku melayang. Entah sejak kapan aku juga tidak tau. Yang ku tahu aku hanya merasakannya, merasa nyaman, merasa aman dan merasa bahagia....
Jangan tanya aku, mengapa ? Jangan tanya aku, dari mana ? Jangan tanya aku, aku harus bagaimana ? aku bahkan tak tau apa yang sedang terjadi.
Hanya terus merenung, hanya terus melamun dan terus berdiam. aku merasa tak berguna. Aku bahkan merasa aku ini sampah ! OH ! Bisa kasi aku petunjuk ?

~widya_sp~

Senin, 12 Maret 2012

Untitled


Yang aku tahu aku mencinta
tanpa tahu apa aku dicinta
tak peduli apakah kau titip bunga di hatiku
tapi yang pasti aku selalu menyiramnya
untuk dia bertumbuh
tak peduli apakah bisik cinta itu untukku
karena yang pasti nafasmu adalah hidupku...


*postingan tak berjudul, sambil menunggu lanjutan cerpen "Don't Hate Me Please" siap posting :D
Emang lama, itu sudah lama sekali nggak aku lanjutin, alasannya klise "aku gak mood dan malas" itu saja :p :D 
tapi sedang di usahakan selesai :)

Senin, 05 Desember 2011

Mengukir "Sejarah"

Yah, hari ini aku mengukir sejarah. Mau tahu kenapa ? oke baik-baik, akan ku beritahu kenapa.
Hari ini  aky TELAT, yah telat teman-teman TELAT! Kenapa sebegitu berlebihan aku mengungkapkannya ? Karena hari ini hari pertama ujian. *gubrak*

Malam tadi aku tidak tidur dengan nyenyak, sebabnya hanya satu, aku memikirkan ujian besok. Berulang kali aku ketiduran, dan berulang kali aku terbangun untuk menghapal-hapal lagi rumus-rumus fisika yang sudah hampir membuatku "gila".
Aku belajar pukul 8 malam, mencoba membahas-bahas soal yang kemungkinan masuk diujian besok. Soal demi soal dan rumus demi rumus sampai jam 11 malam. Belum selesai, aku merasa belum maksimal belajarnya malam ini, tapi mataku mengantuk, ngantuk sekali. Dan akhirnya akupun tertidur.

Pukul 1 malam, aku kembali terbangun. Aku mencoba menyesuaikan mataku dengan terang cahaya di kamarku. Aku kembali membaca, menjawab soal dan menghapal rumus. Niat awalku, aku akan tdur lagi ketika jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari, dan itupun setelah aku selesai mencuci baju yang akan ku pakai besok (yah aku belum mencuci baju putihku yang seharusnya dipakai besoknya, yang seharusnya dipakai, tunggu berapa jam lagi yah, 8 JAM LAGI ! hebat -oyah aku belum kasih tau, senin aku ujian pukul 10.20-) dan setelah shalat tahajud. Tapi rencana hanya tinggal rencana, kurang lebih pukul 2 aku kembali tertidur. Zzzzz.

Pukul 4, aku bangun lagi temaan. Kali ini ibuku yang membangunkan. Aku dan ibuku berencana akan berpuasa hari ini, puasa Muharam, sedikit info puasa ketika tanggal 10 Muharram itu dapat menghapus dosa setahun yang lalu :) (HR.Muslim) dan hari ini aku melaksanakannya. Aku makan sahur dengan ibuku dan mencuci teman-teman. Aku mencuci pukul 4 dini hari !, bukankan itu rekor ? *setidaknya itu rekor bagiku yang belum pernah mencuci pada jam seperti itu*
setelah mencuci aku menyempatkan diri untuk shalat tahajud, berhubung itu belum masuk waktu subuh, yah jadi aku shalat saja. Aku shalat dengan hikmat, sambil berdoa, semoga Allah mengijinkanku untu membabat habis soal-soal ujian besok.

Setelah selesai, acara ritual shalat nya (sudah dengan sholat subuh) aku kembali tidur. (berhubung masih ngantuk). *gubrak* lagi

Aku terbangun pukul 8 pagi. Belum mau mandi, masuk ujian masih beberapa jam lagi, akhirnya aku memilih untuk membaca-baca lagi buku agama. Soalnya, agama yang terlebih dahulu di ujiankan jadi aku membaca-baca lagi saja pelajaran agama. Dan tahu apa yang terjadi ? Aku kembali tertidur, yah tertidur dan terbangun kembali ketika jam menunjukkan pukul 09.50 WIB. Hooaahh.
Ini rekor teman-teman, REKOR. Aku bangun, langsung meluncur ke kamar mandi, langsung jebar-jebur dengan air dan tak lupa sabunan :p lalu pakai baju dengan kilat, *eh baju putih belum deng, karna aku harus menstrika lagi baju putih beserta jilbabnya -_-* Akhirnya pukul 10.15 aku selesai. TAPI 5 MENIT LAGI UJIAN DIMULAI !! Dan dari rummahku ke sekolah kalau naik mobil...angkot memakan waktu 15 MENIT ! Hoaaah, keren kan ? *gubrak* sekali lagi.
Aku berlari ke menuju depan gang tempat di mana aku menunggu angkot, Alhamdulillah yah angkotnya enggak pake lama. Dia datang padaku dan aku menaikinya. Hufftt ! Perjalanan belum selesai. Aku masih was-was apa aku diijinkan masuk untuk mengikuti ujian atau TIDAK ! Ah, ya Allah. Aku keringat dingin. Ingin rasanya aku yang mengendarai angkot ini, dan ku bawa dengan kecepatan jet kalau bisa -dan sayangnya gak bisa- akhirnya aku setia menunggu. berharap gak ada dari satu ibuk-ibuk atau bapak-bapak atau anak sekolah "penunggu" angkot ini yang buru-buru turun.

Aku SAMPAI !! Aku turun dan langsung berlari menuju sekolah *resiko punya sekolah yang gak di pinggir jalan, karena sehabis turun dari angkot harus kembali nyambung dengan jalan kaki ke dalam, cape deh -_-* Satpam di depan sudah marah-marah, aku tak peduli tetap saja aku berlari kedalam.
Eits, jangan kalian kira aku sudah santai-santai. Karena buktinya tidak ! Satu lagi masalah. AKU GAK TAU DI MANA RUANGAN UJIANKU, TEMPAT SEHARUSNYA SAAT INI AKU BERADA ! Luar Biasa. Aku keliling-keliling mencari ruangan tempat aku ujian. Seingatku aku di ruang 9, tapi ketika aku sampai di ruangan itu aku salah tempat. Aku nyasar 2 kali, yah 2 kali. Dan ternyata ruanganku sebenarnya adalah runagan 10 ! Hebat ! Aku balik lagi mencari ruangan sepuluh dan gotcha ! Ketemu !

Di sinilah aku, tempat para guru cekikikan gak jelas, padahal ada muridnya sekitar 2 orang sedang membahas soal yang sama sekali tidak mudah. Yah aku di ruang guru, aku gak di kasih ujian di ruangaann teman-temaann :( mojok sendirian di ruang guru. Tanpa teman yang membantu dan tanpa orang yang bisa ku tanya-tanya perihal jawaban mana yang benar !  Baru kali ini ketika ujian aku telat. Memang sih dalam dunia per-telat-tan wajahku sudah tidak asing lagi ketika hari sekolah biasa, tapi ini UJIAN, dan UJIAN hari PERTAMA dan itu harus di ruang guru, dengan beberapa pasang mata guru yang melihat dan bertanya "kenapa di sini ? Telat ?" Aduh malunya. Memang sih aku gak sendiri ujian di ruang guru, ada salah satu temanku, sesama virginity yang juga di ruang guru, tapi dia nun jauh di sana. Kami terpisah jauuh sekali (lebay amat yak) jadi gak bisa apa-apa.

Alhamdulillah. Aku tidak terlalu banyak mengalami kesulitan memang. Tapi aku tetap saja mengutuki diri sendiri dan berjanji tidak akan mau mengulangi ketelatanku ini. Oke. Gak boleh telat lagi ! Promise !